Oli motor spesial, untuk mesin motor matic, bebek dan sport

DETAIL NEWS

Beli Motor Baru, Begini Cara Inreyennya Agar Motor Awet

Date : 31 Mei 2018 , Post Via : Adit Team, Views : 36993

Menjelang lebaran beberapa orang memutuskan untuk beli motor baru, keperluannya bisa buat mudik ataupun hal lainnya.

Kalau kamu  salah satunya, ada yang harus diperhatikan dalam memperlakukan motor baru.

Utamanya motor harus melakukan dulu penyesuaian, baik itu mesin atau hal lainnya.

Proses melancarkan motor baru biasa disebut inreyen.

(BACA JUGA : Motor Baru Honda PCX 150 Hybrid, Pertama Muncul Banyak Peminat)  

Apa itu Inreyen?

Inreyen atau yang biasa disebut Masa Break-In adalah masa dimana komponen-komponen mesin motor sedang dalam masa penyesuaian.

Lantas, bagaimana Cara Melakukan Masa Inreyen Dengan Benar?

Berikut adalah beberapa tips untuk anda cara melakukan inreyen yang benar agar masa inreyen yang dilakukan dapat berjalan secara optimal :

Pertama, usahakan untuk tidak memperlakukan motor kamu secara ekstrim pada saat 500 km pertama seperti menekan tuas gas terlalu penuh pada saat start, berkendara dengan kecepatan tinggi, atau melakukan pengereman secara mendadak.

Kesalahan penggunaan pada motor baru hanya akan berakibat komponen yang terbentuk akibat gesekan atau tumbukan tidak akan bekerja secara optimal.

Atur putaran mesin yang dihasilkan oleh motor kamu dengan cara mengendalikan RPM motor anda di angka yang stabil dan tidak melebihi batas yang dianjurkan pada buku pedoman pemakaian motor anda.

Memaksa motor kamu untuk langsung melaju dengan kecepatan tinggi sejak awal digunakan hanya akan memperpendek usia komponen-komponen di dalamnya akibat gesekan yang berlebihan.

Kedua, enggak melulu soal mesin, hindari berkendara secara ekstrim terutama pada saat kondisi jalan basah atau licin.

Ban motor baru kamu masih mengalami proses adaptasi sehingga grip yang dihasilkan di atas jalanan masih belum begitu optimal dan beresiko slip.

Jangan mengangkut beban yang berlebihan pada saat masa inreyen.

Hal ini hanya akan menambah beban kerja komponen-komponen dalam motor dan mengurangi usia pemakaian motor ke depannya.

Ketiga segera ganti oli motor kamu dengan yang baru setelah anda melalui 1000 km pertama.

Hal ini bertujuan agar sisa-sisa partikel hasil gesekan antar komponen seperti serpihan logam pembentuk komponen tersebut dapat larut dan dibuang bersama oli bawaan motor anda.

Jangan ragu untuk menguras oli dalam motor kamu meskipun jarak yang anda tempuh masih belum begitu jauh dan umumnya belum diharuskan untuk mengganti oli.

Hal ini bertujuan untuk mempermudah kinerja komponen motor dan terhindar dari penggumpalan partikel sisa.

Keempat, patuhilah setiap panduan yang terdapat dalam buku pedoman pemakaian motor.

Meskipun komponen yang terdapat dalam motor anda sudah diuji kualitasnya oleh pihak pabrik.

Namun pada akhirnya kamulah yang harus menguji performa motor anda sendiri sejak pertama kali digunakan, serta merawatnya agar tetap awet dan bertenaga.

Hal terakhir yang harus anda lakukan adalah membiasakan diri dengan motor baru kamu sendiri.

Dalam hal ini, masa inreyen tidak hanya berlaku pada motor saja, namun pengendaranya juga harus melewati masa adaptasi guna mencegah resiko yang terjadi akibat kelalaian si pengendara.

Tiap jenis motor akan berbeda dalam hal jarak antara stang dan jok motornya, sehingga akan mempengaruhi handling yang dihasilkan terutama pada saat berbelok atau meliuk-liuk di jalanan.

Cobalah untuk membiasakan diri kamu untuk memahami sudut belokan yang nyaman pada motor baru. (federaloil.co.id)

contoh bottom frame
x