alexa

DETAIL NEWS

Pakai Cakram Lebar dan Tetap Pakem, Ini Syaratnya

Date : 24 Maret 2016 , Post Via : adit, Views : 2511

 

Semakin besar penampang piringan cakram, semakin besar pula gesekan yang didapat dari kampas rem ketika tuas rem ditekan, teorinya pengereman motor Feders semakin baik alias pakem.

Sudah lama piringan cakram variasi dengan penampang yang lebar ini dijual dipasaran, dan banyak pula yang menggunakannya dengan harapan selain penampilan menjadi bertambah gagah juga pengereman menjadi lebih baik dari piringan cakram standar. Tapi banyak yang salah kaprah dalam pemasangannya, yang ada bukan makin pakem.

Aplikasi cakram jenis ini memerlukan braket atau dudukan baru untuk kalipernya. Jika bawaan motor diameter cakramnya 280 mm kemudian diganti lebih besar jadi 320 mm berarti kaliper akan makin jauh dari dudukan aslinya, “Kebanyakan salah saat bikin braket, mulai dari posisinya, dan tebalnya. Minimum pakai pelat besi tebal 5 mm,” buka Roy, teknisi senior bagian las-mengelas di Tauco Custom Motorcycle, dirinya sudah hapal luar kepala soal braket karena sering mengerjakannya.

Beberapa produk dipasaran sudah menyertakan braket tambahan untuk langsung dipasang berdasarkan merek motor, misal Yamaha Mio ya pakainya paketan untuk Mio. “Namun sekarang pembeli tidak pandang untuk merek apa, asal lubang baut cakram dan posisinya sama dan kebetulan mereka suka modelnya, langsung saja di tebus. Braketnya bikin sendiri di tukang las,” ujar Kris, pemilik toko aksesoris di bilangan Kebagusan, Jakarta Selatan.

Roy menyambung omongan, katanya rem menjadi tidak pakem salah satunya karena braket tidak pas, “Jadinya kaliper tidak semuanya menekan piringan, bisa terlihat gesekan di cakram yang tidak seluas penampang kampas rem,” ujarnya, makanya jangan sampai meleset ketika buat cetakan braket.

Biasanya Roy membuat braket dari pelat besi 5 mm, kemudian dilubangi seukuran baut braket di tabung sok depan. Braket tadi di baut pada tempatnya di sokbreker. Setelah itu pasangkan roda dan tempelkan kaliper di piringan, dari situ bisa diukur langsung dimana lubang yang pas antara braket dan lubang baut di kaliper.

Bentuk piringan cakram pun ada yang rata antara area lubang baut dan piringannya, juga ada yang offset atau penampang piringan yang menempel dengan kampas rem posisinya lebih keluar. “Kalau sudah seperti itu disesuaikan pada braketnya, tapi jangan sekali-kali membuat braket yang bersudut, ini juga membuat rem tidak pakem karena kurang kaku, lebih baik diakali dengan mengganjal braket pada tabung sok atau kalipernya, sementara braketnya tetap lurus,” kata Roy.

Jika sudah ketemu titik pasnya tinggal dilubangi dan kaliper di ikat kuat dengan baut-mur. “Harus benar-benar pas posisinya, meleset sedikir dijamin tidak pakem atau malah sebaliknya mengerem terus,” tutup Roy. (federaloil.co.id)