alexa

DETAIL NEWS

Politik dan Korupsi, Sulit Gelar Balapan MotoGP di Indonesia (Bag-1)

Date : 17 Februari 2015 , Post Via : admin, Views : 2940

Ada artikel menarik yang ditulis seorang jurnalis dan editor senior David Emmett, pria ini cukup terkenal untuk pemberitaan seputar MotoGP. Sampai analisanya mengenai kenapa belum juga terselenggaranya balapan kelas Dunia di Indonesia, politik dan korupsi jadi penjabaran analisanya. Cukup menarik dan logis untuk disimak lebih lanjut. Selebihnya apakah kita harus bangga atau malu?

Jika perlu bukti bahwa Indonesia cukup penting bagi produsen sepeda motor Jepang, silahkan lihat beberapa pekan silam ketika Tim MotoGP Repsol Honda 2015 memperkenalkannya di Bali, cukup jelas bukan untuk menghapus keraguan.

Tetapi jika Indonesia cukup penting bagi para produsen dan MotoGP, mengapa belum ada juga balapan kelas Dunia ini? Seperti yang diutarakan David, selama tes MotoGP di Sepang, Malaysia beberapa waktu lalu dirinya menanyakan hal ini ke beberapa sumber. Jawabannya selalu sama, membutuhkan sirkuit yang sesuai, tapi itu bukan masalah terbesar. Ada pula yang menyampaikan tidak adanya tokoh yang ingin merealisasikan ini. "Korupsi. Itu terlalu mahal dan terlalu sulit," jelas salah satunya narasumbernya.

Korupsi tidak hanya terjadi di Indonesia. Memang ini adalah salah satu endemik di beberapa negara yang dikunjungi komponen MotoGP. Negara Argentina salah satunya, seolah-olah demokrasi, penuh dengan korupsi dan para politisnya menjual pengaruh. Perbedaan antara Indonesia dan katakanlah Argentina sebenarnya tidak terlalu besar dalam hal korupsi, sama-sama peringkat 107 versi organisasi Transparency International.  

Masalahnya adalah, korupsi mempengaruhi kekuasaan politik dan kemampuan untuk menyelesaikan sesuatu. Di salah satu propinsi di Negara Argentina ada salah satu gubernur yang cukup kuat untuk menggelar perlombaan, tujuannya untuk membantu mempromosikan pariwisata setempat. Mereka yang berkuasa mampu menyelesaikan sesuatu, berbagai hambatan dihapus untuk mencapai tujuan mereka. Argentina telah merasakan manfaat dari dunia motorsport, Rally Dakar yang cukup populer salah satunya, telah mengangkat ekonomi daerah terpencil di negara itu.

Masalah yang cukup logis bagi Indonesia adalah tidak memiliki seorang tokoh politik yang kuat dengan minat dalam penyelegaraan balapan. David Emmett ketika berbicara dengan orang Indonesia mendapat kesan bahwa MotoGP adalah olahraganya orang muda. Ada jutaan penggemar MotoGP yang tersebar diberbagai pulau di seluruh Indonesia. Tapi mereka sangat muda, dan seperti orang muda di seluruh dunia, kehilangan banyak pengaruh politik. Mereka mungkin putus asa untuk menggelar balapan karena tidak mempunyai kekuatan politik dan keuangan untuk mewujudkannya.

Kurangnya negara untuk mengekspresikannya sirkuitnya juga turut andil. Dalam kondisi saat ini, sirkuit Sentul yang belum layak untuk menggelar balapan motor internasional membutuhkan perbaikan yang cukup besar. Tanpa adanya inverstor swasta yang besar atau otoritas lokal yang antusias, dana yang dibutuhkan tidak bakal datang.

Bersambung ke Politik dan Korupsi, Sulit Gelar Balapan MotoGP di Indonesia (Bag-2).

source pic: google