DETAIL NEWS

Begini Teknik Pengereman yang Benar, Depan Belakang ada Porsinya

Date : 25 Januari 2018 , Post Via : tigor, Views : 948
Foto : Motorcycle.com

 

 
Feders, satu-satunya alat yang aman dalam mengurangi laju dan menghentikan kendaraan adalah rem. 
 
Soal cara mengerem ini, ternyata bukan cuma asal tekan tuas rem saja. 
 
Kalau asal rem saja, bisa-bisa terpelanting ke aspal.
 
Dikutip dari laman astra-honda.com, ternyata, mengerem yang benar-benar efektif adalah menggunakan secara bersamaan antara rem depan dan belakang, bukan mengoptimalkan salah satu.
 
Banyak yang salah kaprah karena berpikir kalau paling efektif menghentikan lanju sepeda motor dengan rem belakang. Ternyata yang paling efektif untuk menghentikan laju kendaraan adalah rem depan. Tapi bukan berarti tidak menggunakan rem belakang. Rem belakang tetap digunakan, namun sebagai penyeimbang.
 
Artinya apabila teknik pengereman telah dikuasai dengan baik, maka jarak pengereman paling pendek akan diperoleh apabila mengaplikasikan rem depan.
 
Meski demikian, ada kasus tertentu ketika harus lebih menguasai penggunaan rem belakang saja. Ini terjadi hanya untuk kondisi jalan tertentu. Misalnya, ketika hendak melewati turunan dengan kecepatan rendah.
 
Jika tengah melanju kencang dan hanya menekan rem belakang saja akan membuat sepeda motor tidak stabil alias ngesot. Kondisi ini biasanya berujung pada kecelakaan, terpeleset, terjatuh, atau terpelanting.
 
Kemudian yang perlu diingat jangan memaksakan diri untuk menekan rem depan sekuat-kuatnya. Sebelum berkendara di jalan raya, pengendara bisa berlatih dan mencoba beberapa teknik pengereman.
 
 
Misalnya, pengereman dengan menggunakan rem belakang saja, kemudian rem depan saja, dan terakhir cobalah dengan teknik pengereman yang benar dengan menggunakan kedua rem.
 
Dengan kondisi yang ideal cobalah untuk merasakan dan membandingkan jarak pengereman yang dihasilkan. Upaya pengereman akan lebih efektif lagi jika bisa dibarengi engine brake, cara dengan menurunkan posisi gigi kendaraan ke lebih rendah. Sehingga mengurangi kecepatan.
 
Tentunya engine brake ini hanya bisa dilakukan kendaraan dengan transmisi manual saja.
 
Tapi yang perlu dicatat, untuk bisa melakukan pengereman sekaligus menurunkan gigi, butuh latihan. Kalau asal melakukan engine brake, bisa-bisa mesin motor jadi bermasalah.  (Federaloil.co.id)