alexa

DETAIL NEWS

Ternyata Ini Alasan Kawasaki gak pakai Stang Under York Pada Ninja 250 Terbaru

Date : 23 Desember 2017 , Post Via : tigor, Views : 701
Foto : Drivespark.com

 

 
 
Feders, Beberapa produk teranyar motor sport yang diluncurkan oleh sejumlah pabrikan sudah mengusung stang underyoke atau di bawah segitiga (fork). 
 
Hal itu misalnya CBR250RR atau kelas di bawahnya, seperti Yamaha R15 generasi ketiga dan Suzuki GSX R150.
 
Menggunakan stang underyoke membuat posisi riding lebih racy karena badan pengendara lebih menunduk. 
 
Posisi berkendara seperti ini membuat laju motor menjadi lebih aerodinamis. 
 
Namun, tren ini tak diikuti Kawasaki pada produk Ninja 250 terbaru yang diluncurkan beberapa waktu lalu.
 
Lantas apa alasan Kawasaki, padahal saat ini stang underyoke cukup banyak diminati?
 
"Karena konsep kami performa tinggi dan mudah dikendarai," kata Deputy Head Sales & Promotion Division KMI Michael Chandra Tanadhi saat dihubungi KompasOtomotif, Sabtu (2/12/2017).
 
Dari jawaban tersebut dapat dipahami bahwa Kawasaki lebih mementingkan aspek kenyamanan berkendara. 
 
Seperti diketahui, banyak pemerhati motor yang berpendapat bahwa menggunakan stang underyoke akan membuat pengendara lebih cepat merasa pegal.
 
Biasanya, rasa pegal dirasakan pada bagian tangan maupun pinggang. 
 
Oleh karena itu, demi memberikan kenyamanan para konsumen Ninja 250, Kawasaki lebih memilih stang upperyoke.
 
Meski demikian, posisi stang di atas segitiga tak mengubah kemampuan Ninja 250 untuk berlari lebih kencang dan lincah melakukan manuver lainnya. Jika pun diadu dengan para pesaing di kelasnya berdasarkan data spesifikasi, Ninja 250 lebih unggul.
 
 
 
Sebab, Kawasaki menyematkan mesin berkapasitas 249cc dengan sejumlah ubahan serta desain yang baru dari pendahulunya. 
 
Bobot mesin pun lebih ringan. Adapun tenaga maksimum Ninja 250 terbaru ini sebesar 28,5 kW (39 PS) pada 12.500 rpm. Sementara untuk torsi maksimumnya 23,5 N.m (2,4 kgf.m) / 10.000 rpm.
 
Jika dibandingkan Yamaha R25, Power Maksimum hanya 26,5 KW (36 PS) pada 12.000 rpm. Torsi Maksimumnya 22,6 Nm / 10.000 rpm. Sementara CBR250RR Power Maksimum sebesar 27,1 Kw (38,7 PS) pada 12.500 rpm. Torsi Maksimumnya 23,3 Nm / 10.500 rpm. (Federaloil.co.id)